Text
Alexandra dan Ali Topan : Ku Selalu Ada
eguh Esha dan Ali lopun adalah dua sasok yang tak umpisalikum. Cerita "Abloyum Anak Jalaman yama meleyenda pada tahun 1972 ditulis oleh Teuta Esta pertama kali dalam bentuk cerita bersambung pada majulah STOP, dan pada tahun 1977 novel ini dibukukan. Cerita All Topur difilmkan dua kali (1072 dan 1978), dan diproduksi dalam bentuk Sinetron Serial yang dayangkan SCTV pada tahun 1995. Ali Tapan adalah seorang anak jalanan yang cerdas, purva prinsip, berunt dau punya solidaritas tinggi pada sesama.
Dalam buku ini Ali Topan dipertemukan dengan Alexandra Asmasoebrona. Kita semua sudah tahu Alexandra adalah satu-satunya pembalap perempuan di Indonesia dan juga di dunia yang masuk dalam Formula Campus. Buku ini juga bercerita tentang perjuangan Alexandru yang spektakuler hingga sering mengantarkan Indonesia ke tingkat global dan mengibarkan "Sang Merah Putih di berbagai arena balap mancanegara. Dari persahabatannya dengan Ali Topan. Alexandra mendapatkan kehidupan yang sequr dan membahagiakan.
JENAR MAULANA-Yang bersama Teguh Esha menulis novel ini- bukun penulis, bukum sastrinum, dan jaga bukan seniman, la beluan pernah menulis sebelumya, la menulis novel ini karena butuh uang untuk membebaskan kekasihnya. Maulana Syafine, yang disandera dan memerlukan chusan sejumlah USS 2 juta. Kata-kata Maulana selalu terngiang di telinganya: "Jenar, maut bukan merupakan kehilangan terbesar dalam kehidupan ini. Kehilangan terbesar adalah apa yang mati dalam samubari sementara kita masih hidup. Aku tetap hidup di dalammu sebagaimana engkau hidup di dalamku.
Jevar terus berjuang, Dia memberanikan diri belajar kepada Teguh Esha, penulis mexel
pop, yang jaman dulu pernah ngetop. Teguh Esha langsung bersimpati kepada kisah Jenar Maulami dan Maulana Syafie. Maka mereka berdua mulai menulis dan terbitlak novel ini.
| 23SR0663 | 899.221JEN a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain