Aku hanya sebulir embun yang bermimpi jadi telaga, sebutir debu yang berasa jadi gurun sahara, sepenggal bulan sabit yang berharap jadi purnama.
Kehadirannya bisa menjadi guru bagi orang-orang di sekitarnya.
Anak adalah guru terdekat kita.Tanpa kita sangka, mereka adalah pejuang tangguh dengan segala kepolosannya, ketuluasan, bahkan kejujurannya.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau betremu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.
Ini hanya kisah klasik yang berubah menjadi rumit karena cinta.
Memendam cinta itu menyakitkan, saatnya kesempatan datang untuk mengucapkan.
Keiko hanya bisa menangis, tak mampu memandang wajah Ryuji yang sedang mengucapkan kata perpisahan dan tetap memutuskan pergi, melintasi Hutan Aokigahara yang menyimpan banyak misteri, mendaki Gunu…
Dialah salah satu ladang surga kita. Sahabat adalah harta yang mahal harganya.Hubungan batin yang tak mudah terpisahkan. Mata, telinga, dan hati tetap bisa berkomunikasi dengan baik meski terpisah …
Membaca Critical Eleven. Tiga menit pertama yang menyenangkan, delapan menit terakhir yang mengesankan.
Di antara para kekasihku