Text
Lelucon para koruptor : kumpulan cerpen
Ketika tawa dan sedih pun dikorupsi, apa lagi sebenarnya makna kebaikan bagi koruptor? Agus Noor, cerpenis terkemuka dalam sastra Indonesia kontemporer, kali ini hadir dengan kumpulan cerpen terbarunya. Mengangkat realitas korupsi di negeri ini, dengan gaya penceritaan yang âtak biasaâ: bila biasanya Agus Noor gemar mengembangkan kisah-kisah sadis-romantis-magis, di buku ini dia banyak bercanda dengan lelucon-lelucon yang sangat kocak, sekaligus surreal-komikal. Disertai dengan gambar-gambar komik yang kocak, juga muram, plus mencekam, pembaca takkan hanya mendapatkan cerita-cerita para koruptor dalam ragam polahnya, tetapi sekaligus âpembolak-balikan akal sehatâ, yang disebutnya sebagai cara menolak menjadi tolol dan munafik secara berjamaah. Perihal gaya bercerita dan cita rasa sastrawi, Agus Noor ahlinya.
| 20SR003978.01 | 899.221 301 AGU l (1) | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain