Text
Dendang Penari
Joget hutan di Bengkalis, Riau, barangkali seperti lengger, tayub, dombret, ledek atau tandak di Jawa. Mungkin sama, tetapi bisa jadi berbeda. Namun yang jelas di panggung macam itulah para perempuan dengan dandanan yang "wah" menampilkan kebolehan. Tangan-tangan lemah gemulai dan suara merdu mendayu-dayu. Menari bersama mereka, para lelaki bagaikan dilambungkan ke awan putih.
Eka Ardhana asli Riau, kenal betul tradisi joget yang menghanyutkan perasaan laki-laki dewasa itu. Pengarang menulis novel "Dendang Panari" ini bagaikan menuturkan riwayatnya sendiri. Dengan gaya romantis yang kental dan di sana-sini melankolik. Tampak sekali ia masih memiliki ikatan batin cukup kuat dengan tanah tumpah darah dan komunitas masa lalunya. Ia sangat trampil bercerita tentang perempuan-perempuan panggung yang pernah menjadi bagian dari proses dirinya menjadi dewasa.
| 23SR0492 | 808.3 ARD d | My Library (808) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain