Text
Semua Boleh Pergi Kecuali Ibu
Dunia menelanku bulat-bulat. Aku tetap hidup, tetapi rasanya sudah mati berkali-kali. Di tengah sekarat yang tak berdarah ini, hanya satu yangmembuatku tetap bertahan, yaitu keyakinan bahwa ibu tak pernah berhenti menungguku pulang. Ibu yang tetap memanggil ‘anakku’ saat orang lain menyebutku ‘pecundang’. Rangkaian kata ini kutulis untuk ibu. Dan, semua kalimat dalam buku ini tersusun karena ibu.
Aku bukanlah anak yang kuat, melainkan pandai menyembunyikan rapuhku di balik kalimat “Semua baik-baik saja.”Maka, biarlah dunia mematahkan segalanya, asalkan ibu tak pernah menjadi sebab aku terluka. Karena bagiku, semua boleh pergi, kecuali ibu.
| 26SR0042 | 155.25 DER s | My Library (Rak 100) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain