Text
Rahman Rahim Cinta
Maka puisi ini tak kumaksudkan sebagai khazanah sastrarnSekadar supaya anak cucuku mengingatnyarnBahwa orangtuanya benar belajar menjadi manusia .…rnrnBelajar menulis puisi, entah untuk apa–yang penting darinya saya juga bisa belajar menjadi manusia.rnrnKelembutan puisi adalah faktor mendasar dan substansial dalam peradaban. Karenanya saat puisi tidak lagi punya tempat dalam dialektika sosial, manusia akan “hilang”–dan negara, kebudayaan, serta agama, akan kehilangan manusia.rnrnDi dalam sebuah kebudayaan, pun di semua peta interaksi kebudayaan dan politik, kemampuan dan tradisi untuk bersentuhan dengan kelembutan puisi sangat diperlukan. Lewat cara inilah kemanusiaan akan tetap terpelihara dalam khazanahnya.
| 21SR004301.01 | 811 EMH c(1) | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain