Text
Gapapa Gagal, Nanti Juga Sukses : ~Kwaenchanha, Besok Dicoba Lagi Ya~
Kamu tahu nggak sih, saat kita masih kecil pasti mempunyai imaji yang beraneka, kan? Ada yang membayangkan menjadi seorang dokter, pilot, atau seseorang yang hebat menurut kacamata Si Kecil pada saat itu. Terkadang kita sering kali dihadapkan oleh hal-hal yang indah saja. Bahkan, orang lain atau orangtua hanya menggambarkan hal yang indah, tapi tidak menggambarkan hal yang buruk dalam mengejar kebahagiaan semestinya di semesta ini.
Kemungkinan besar, banyak sekali orang terbuai akan keindahan semata sedari kecil. Namun, ketika kita telah beranjak dewasa, kita akan merasa kesusahan dalam menjalankan kehidupan orang dewasa. Stres, putus asa, dan bahkan depresi yang akan menjadi makanan sehari-hari. Maka, perlu adanya penyelesaian dalam diri agar kita bisa mencapai kebahagiaan.
“Bagi mereka yang sedang ambis-ambisnya, berdamai dengan kegagalan bagaimana mencepuk air di laut atau tak ada efeknya sama sekali. Kecuali bagi mereka yang sudah pernah berkali-kali gagal, mereka pasti akan lebih paham bagaimana sebenarnya arti penerimaan diri, pada akhirnya. Buku ini bisa membantu, kecuali Anda tidak mau membantu Anda sendiri.” (Sony Adams, penulis Berdamai dengan Takdir)
| 23SR00057 | 155.25 LES g | My Library (100) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain