Text
Dokter Gerilya
“Dokter Gerilya” saya tulis pada usia 88 tahun sebagai kenang-kenangan teman-teman sejawat di bidang keilmuan medis, teristimewa memperingati mereka yang telah gugur dalam Perang Kemerdekaan. Novel ini saya dedikasikan kepada semua rekan-rekan saya, para mahasiswa fakultas kedokteran di Jakarta yang berkuliah pada tahun 1939-1945. Juga untuk bisa dibaca oleh generasi cucu kita, teristimewa yang telah mengikuti jejak memilih masuk fakultas kedokteran.
Saya harap, kisah ini bisa memberi gambaran adanya orang—orang yang memilih sekolah dokter, karena didorong cita-citanya untuk memberikan tenaga dalam ilmu medis untuk mengabdi bangsa Indonesia yang saat itu masih dijajah kolonialis Belanda.
Mereka bercita-cita menjadi dokter tidak hanya untuk mengumpulkan kekayaan dan
menempati kedudukan sosial yang tinggi, tapi betul-betul karena dorongan semangat
dan jiwa untuk menjalankan misi kemanusiaan dengan ikhlas.
| 23SR00383 | 813 KEC d | My Library (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain