Text
Guritan Antologi Puisi Jawa Modern (1940-1980)
Guritan seperti itu tidak muncul lagi pada sejarah kesusastraan modern yang berarti "puisi bebas". Bicara puisi bebas baik versi bahasa Jawa atau bahasa Indonesia sebenarnya hampir sama. Tidak ada pakem, baik jumlah baris per bait, jumlah suku kata, rima yang sama pada tiap baris, bahkan tujuan penulisan serta aturan ketat lainnya.
Guritan baru ini muncul dalam majalah dan surat kabar berbahasa Jawa seperti Kejawen, Penyebar Semangat, Jaya Baya, Panji Pustaka, Api Merdeka dan sebagainya. Perintis penulisan puisi Jawa modern ini misalnya R. Intoyo, Subagijo Ilham Notodidjojo, Nineik I.N, Khairul Anam, Joko Mulyadi, R. Sumanto, Purwadhie Atmodiharjo, Ismail, Ri, Tatiek Lukiaty, Hari Purnomo, Partiyah Kartodigdo, S. Wishnukuncahaya, Endang Sukarti, Sunyoto GN, Sustiyah, dan lain-lain.
Dalam perintisannya, guritan modern ini tentunya tidak mudah karena para redaktur pada waktu itu belum mau menerima atau menghargai kehadiran puisi seperti itu. Hal yang wajar memang, seperti saat sekarang banyak sekali pelatihan-pelatihan yang menghasilkan buku-buku berisi puisi-puisi produk pelatihan lepas dari pesertanya berbakat atau tidak. Produk mereka menimbulkan pro kontra baik dengan alasan pakem maupun hasilnya tidak nyastra.
| 23SR0639 | 899.222 STR | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain