Text
Pandora : Kumpulan Puisi
Biografi tubuh inilah yang terasa dalam 40 sajak di kumpulan puisi Pandora ini. Lihatlah bagaimana ia mengurutkan sajak-sajak di buku ini. Dari mulai Ulat, Kepompong, Kupu-Kupu, 1967 dan sajak-sajak yang mengeksplorasi tema anak (Embrio, Schipol, Pasha, Den Haag), hinggga Rahib dan Jejak. Dederetan sajak itu tampak seperti sebuah metamorfosis tubuh. Tubuh, di tangan penyair kelahiran 11 Juli 1967 ini, keluar dan bahkan meloncat dari bentuk estetiknya. Ia memperlakukan tubuh bagai sebuah menu santapan (Di meja makan kusantap tubuhku, kuteguk air mataku-sajak "Kepompong").
Inilah ketangkasan seorang Oka. Ia menulis, memendam Bali, mencangkul masa lalu, mrembenturkan tradisi meringkus pengalaman hidup dan dengan tanpa sungkan menggasak tubuhnya sendiri demi memperoleh sebuah ars poetica. Inilah "sayap kuat" sajak-sajak Oka, penulis yang menurut saya, menjadi salah satu wakil terpenting penyair Indonesia mutakhir.
| 23SR0649 | 809.1 RUS p | My Library | Tersedia |
| 23SR0650 | 809.1 RUS p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain