Text
Tabularasa
Tabula Rasa adalah khah serangkatan cinta kasih yang kompleks dan mengharukan. Karena segala sesuatu yang kompleks hanım diuraikan sedemikian rupa untuk menjadi sederhana, maka plot Tabula Rasa pada hakikatnya merupakan serangkaian perjuangan pengarangnya untuk mencari jawaban terhadap sebuah pertanyaan yang hakiki, yaitu, apa sebenarnya makna cinta kasih itu. Cinta kasih, ternyata, tidak mungkin lepas dart persoalan tempat dan waktu: makin kompleks realitas kehidupan, makin kompleks pula cinta kasih, dan kalau perkembangan zaman menuntut kehidupan orang-orang moden menjadi kosong dan tidak bermakna, maka cinta kasih manusia modern pun menjadi kosong dan tidak bermakna.. -Budi Darma, cerpenis, novelis, dan pengamat sastra
Delam perjalanan novel Indonesia. Tabula Resa telah menempatkan dirinya sebagai novel yang paling kaya dengan gaya penceritaan. Pencerita-aku-dia-engkau-seenaknya gonta-gants menyesuaikan diri dengan tuntutan cerita. Akibatnya, kita seperti diajak menyaksikan serangkaian fragmen yang bergerak cepat ke sana kemart: begitu filmis. Sebuah teknik bercerita yang berhasil memancarkan sihir. Menjerat kita pada pesona yang seperti tiada habisnya. Secara tematis, Tabula Rasa mengangkat problem kehidupan manusia pascamodern. la tidak hanya memorakporandakan batas-batas ideology, kultur, dan ras-suku bangsa, tetapi juga keberbedaan gender., Atas nama cinta, segala batasan itu digugurhancurkan. Tabula Rasa, sungguh luar biasa. Dan kita, pembaca, berstaplah memasuki dunia yang luar biasa itu. -Maman 5. Mahayana, pengamat dan kritikus sastra
Membaca novel ini, saya seperti berada di sebuah rumah makan dengan daftar menu yang asing. Rasa lapar saya digantikan dengan rasa penasaran. Dan setelah menyantap makanan, saya merasa kenyang, tapi ingin mencuba menu lainnya yang belum saya pesan. -Puthut EA
| 23SR00716 | 899.221 RAT t | My Library | Tersedia |
| 23SR00717 | 899.221 RAT t | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain